terima kasih sudah mampir
Buku catatan saya: tempat menyimpan tulisan, dan satu berkas untuk yang bertanya soal kerja saya.
Klik penanda untuk membuka bagiannya.
Halaman 1 - isi
Semua tulisan tersimpan di sini. Arsip lengkap 85 tulisan: buka arsip.
yang 2019-2021 banyak teorinya; sekarang lebih banyak ceritanya.
Halaman 2 - penelitian
Satu penelitian yang dulu saya kerjakan bersama dua dosen, saat masih di kampus. Siapa tahu nanti ada yang menyusul.
Tentang kelelahan kerja (burnout) dua pekerja sosial medis di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, rumah sakit rujukan nasional dengan pasien rawat jalan rata-rata di atas 1.000 orang per hari, sementara peksos medisnya hanya dua orang. Beban sebesar itu rawan melahirkan burnout, dan burnout bisa menurunkan kualitas pendampingan klien.
Penelitian kualitatif deskriptif dengan 11 informan: dua peksos medis, tiga rekan kerja, enam pasien. Hasilnya:
Lampiran - untuk yang bertanya soal kerja
Kalau yang mampir butuh versi yang gampang di-scan, ini dia. Bukan dokumen resmi; isinya jujur.
Birokrat yang kebetulan jabatannya pekerja sosial. Sebelumnya di Lombok (2019-2023) dan Jakarta (2023-2025), kini di Magelang. Yang saya layani lima klaster: anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan NAPZA & orang dengan HIV/AIDS (ODHIV), serta tuna sosial & korban perdagangan orang. Selain mendampingi, saya kini memegang koordinasi data & informasi (PIC data) di Magelang untuk wilayah kerja tiga provinsi dan 17 kabupaten/kota: memastikan layanan dan bantuan sosial sampai ke orang yang tepat, berangkat dari data yang benar. Di sela tugas menulis (sejak 2019) dan membangun alat bersama AI untuk meringankan kerja rekan di lapangan.
| Periode | Kegiatan |
|---|---|
| Sekarang | Pekerja sosial di Magelang: PIC data & informasi (3 provinsi, 17 kab/kota); pendampingan lima klaster |
| 2025-26 | Magelang: layanan sosial & mengembangkan SIFA bersama rekan fisioterapis |
| 2023-25 | Jakarta: pemberdayaan komunitas terpencil & penguatan usaha warga; penataan data bantuan |
| 2019-23 | Lombok: pendampingan & pemulihan sosial anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus; mulai menulis di jurnal pribadi |
Sampul belakang - biodata
Saya birokrat yang kebetulan bekerja sebagai pekerja sosial; sebelumnya di Lombok dan Jakarta, kini di Magelang. Penanganan saya mencakup lima klaster: anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, penyalahgunaan NAPZA & ODHIV, tuna sosial & korban perdagangan orang, sekaligus memegang koordinasi data & informasi.
Buku ini bukan portofolio. Ia lebih seperti laci: tempat menaruh catatan yang tidak ingin hilang. Kejadian di lapangan, keraguan yang sempat saya pegang, hal-hal kecil yang biasanya tidak masuk laporan resmi. Saya mulai menulis tahun 2019 karena takut lupa; lama-lama menulis jadi cara saya berpikir.
Tidak ada janji kebenaran di sini, yang ada catatan jujur dari orang yang pekerjaannya mendampingi, dan belakangan juga menjaga data mereka tetap akurat. Saya percaya teknologi paling masuk akal saat dipakai untuk mereka yang paling membutuhkan, dan birokrasi yang baik adalah yang tidak kehilangan manusia di balik angkanya. Di rumah, saya ayah dari satu putri dan satu putra, dua orang yang paling berhak mengoreksi isi buku ini.
Sampul dalam
Paling gampang lewat Telegram. Senang diajak ngobrol - soal kolaborasi, data sosial, AI, atau sekadar berbagi tulisan.