arsip
pribadi

Catatan Lapangan

Mas Bimo · Pekerja Sosial
disusun sejak 2019 - ∞

terima kasih sudah mampir

Catatan LapanganMas Bimo · 2019 - sekarang

Buku catatan saya: tempat menyimpan tulisan, dan satu berkas untuk yang bertanya soal kerja saya.

Klik penanda untuk membuka bagiannya.

Halaman 2 - penelitian

Riset

Satu penelitian yang dulu saya kerjakan bersama dua dosen, saat masih di kampus. Siapa tahu nanti ada yang menyusul.

IJSW - Indonesian Journal of Social Work · Vol 03 No. 2 · Februari 2020 · Poltekesos Bandung

Burnout of Social Workers at Dr. Hasan Sadikin Bandung Central Hospital

Tentang kelelahan kerja (burnout) dua pekerja sosial medis di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, rumah sakit rujukan nasional dengan pasien rawat jalan rata-rata di atas 1.000 orang per hari, sementara peksos medisnya hanya dua orang. Beban sebesar itu rawan melahirkan burnout, dan burnout bisa menurunkan kualitas pendampingan klien.

Penelitian kualitatif deskriptif dengan 11 informan: dua peksos medis, tiga rekan kerja, enam pasien. Hasilnya:

  • Kelelahan emosional adalah aspek burnout yang paling menonjol; muncul juga depersonalisasi: sikap apatis dan kaku di tempat kerja.
  • Mereka merasa tidak bisa bekerja optimal, padahal Indeks Kinerja Individu (IKI)-nya baik.
  • Kinerja tetap terjaga karena kecintaan pada profesi; burnout yang dialami tidak sampai menghambat proses pendampingan pasien.
  • Penyebab utama burnout bukan jumlah klien, tapi hambatan karier: hak yang tidak sejalan dengan kinerja dan pendidikan.

Unduh PDF penelitian ↓

Lampiran - untuk yang bertanya soal kerja

Berkas saya

Kalau yang mampir butuh versi yang gampang di-scan, ini dia. Bukan dokumen resmi; isinya jujur.

Arsip pribadi - bukan dokumen resmi

Berkas Mas Bimo

BIROKRAT · PEKERJA SOSIALNo. 001/BM/2026
Perihal: perkenalan & ringkasanStatus: pandangan pribadi
I. Ringkasan

Birokrat yang kebetulan jabatannya pekerja sosial. Sebelumnya di Lombok (2019-2023) dan Jakarta (2023-2025), kini di Magelang. Yang saya layani lima klaster: anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, korban penyalahgunaan NAPZA & orang dengan HIV/AIDS (ODHIV), serta tuna sosial & korban perdagangan orang. Selain mendampingi, saya kini memegang koordinasi data & informasi (PIC data) di Magelang untuk wilayah kerja tiga provinsi dan 17 kabupaten/kota: memastikan layanan dan bantuan sosial sampai ke orang yang tepat, berangkat dari data yang benar. Di sela tugas menulis (sejak 2019) dan membangun alat bersama AI untuk meringankan kerja rekan di lapangan.

yang paling saya banggakan: SIFA, lahir dari kebutuhan rekan, biaya Rp 0, rilis Oktober 2026.
II. Riwayat
PeriodeKegiatan
SekarangPekerja sosial di Magelang: PIC data & informasi (3 provinsi, 17 kab/kota); pendampingan lima klaster
2025-26Magelang: layanan sosial & mengembangkan SIFA bersama rekan fisioterapis
2023-25Jakarta: pemberdayaan komunitas terpencil & penguatan usaha warga; penataan data bantuan
2019-23Lombok: pendampingan & pemulihan sosial anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus; mulai menulis di jurnal pribadi
III. Proyek berjalan
1.
SIFA
dalam pengembangan
Sistem informasi asesmen fisioterapi + portal orang tua, dibangun bersama AI. Berangkat dari kebutuhan rekan fisioterapis; masih dikembangkan bareng mereka, rencana rilis Oktober 2026.
Ekosistem Google
2.
Cek desil DTSEN
otomasi Playwright
Automasi pengecekan NIK ke data desil DTSEN: buka sistem, cek satu per satu, screenshot hasilnya, tandai error & timeout. Ratusan NIK yang tadinya diketik manual jadi tinggal jalan.
Python / Playwright / screenshot + laporan otomatis
3.
Cek NIK internal
internal tool
Validasi NIK: cek digit, kecocokan dengan data, deteksi ganda lintas berkas. Yang tadinya dicek manual satu-satu, sekarang bisa langsung ketahuan mana yang bermasalah.
Python / Streamlit
ketiganya lahir dari satu pertanyaan: kenapa kerja sosial masih manual kalau bisa diotomasi?
IV. Lampiran - tulisan
tulisan lama saya biarkan apa adanya, lengkap dengan kekakuannya. bagian dari proses belajar.
Yang menyusun
Mas Bimo
birokrat · pekerja sosial · pandangan pribadi
Arsip
Pribadi
2026

Sampul belakang - biodata

Tentang pemilik buku

Saya birokrat yang kebetulan bekerja sebagai pekerja sosial; sebelumnya di Lombok dan Jakarta, kini di Magelang. Penanganan saya mencakup lima klaster: anak, lanjut usia, penyandang disabilitas, penyalahgunaan NAPZA & ODHIV, tuna sosial & korban perdagangan orang, sekaligus memegang koordinasi data & informasi.

Buku ini bukan portofolio. Ia lebih seperti laci: tempat menaruh catatan yang tidak ingin hilang. Kejadian di lapangan, keraguan yang sempat saya pegang, hal-hal kecil yang biasanya tidak masuk laporan resmi. Saya mulai menulis tahun 2019 karena takut lupa; lama-lama menulis jadi cara saya berpikir.

Tidak ada janji kebenaran di sini, yang ada catatan jujur dari orang yang pekerjaannya mendampingi, dan belakangan juga menjaga data mereka tetap akurat. Saya percaya teknologi paling masuk akal saat dipakai untuk mereka yang paling membutuhkan, dan birokrasi yang baik adalah yang tidak kehilangan manusia di balik angkanya. Di rumah, saya ayah dari satu putri dan satu putra, dua orang yang paling berhak mengoreksi isi buku ini.

Ilustrasi keluarga Mas Bimo: ayah menggendong bayi, ibu berhijab, dan seorang anak perempuan.
keluarga
  • 2019-23Lombokpendampingan & pemulihan anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus; mulai menulis
  • 2023-25Jakartapemberdayaan komunitas terpencil & penataan data bantuan
  • KiniMagelangPIC data & informasi; pendampingan lima klaster; mengembangkan SIFA
Isi buku ini pandangan pribadi. Data penerima manfaat tidak pernah dicatat di sini.

Sampul dalam

Kontak

Telegram@rbkaji

Paling gampang lewat Telegram. Senang diajak ngobrol - soal kolaborasi, data sosial, AI, atau sekadar berbagi tulisan.