← kembali ke buku 31 Mei 2023

Izin untuk Menua

Sajak catatan lapangan Mas Bimo

Perjalanan menua dimulai dari duka.
Duka yang muncul pada suatu masa.
Masa dimana pasangan kita mungkin akan tiada.
Perjalanan menua perlu izin sebesar-besarnya.
Dari yang nanti mungkin akan ditinggalkan, sampai hanya bisa mengingat nama.
Suaranya bisa perlahan lupa, hanya panggilan rindu yang tersisa.

Sudah dua tahun kami mencoba menuliskan cerita.
Cerita yang dipenuhi bumbu drama.
Tidak mudah melewatinya, apalagi sekarang ada Dinta.
Tapi, kami yakin akan terus bersama.
Melewati hujan deras di waktu wilayah tengah.
ataupun menghindari matahari di lindungan Plaza Sarinah.

Kalau kata Sal, mesranya kecil-kecilan dulu.
Kalau saya sukanya mesranya bertiga selalu.
Tidak kecil, tidak besar, tapi cukup untuk melewati waktu.
Berjalan konsisten tidak habis bahan bakar buru-buru.
Tidak bersaing dengan para pendahulu.
Tapi berjalan dengan ritme sendiri sampai tiba di tempat yang dituju.

Selamat hari jadi yang kedua istriku.
Semoga kamu akan berkenan mendampingi aku selalu.

Catatan Lapangan · Mas Bimo