← kembali ke buku
17 Feb 2024
bulan
Bulan malam ini cantiknya tidak bisa dieja. Ia adalah kalimat utuh yang tidak bisa dipisahkan oleh koma.
Bulan malam ini lembut sekali perawakannya. Ia adalah ujian bagi Gajah Mada untuk membacakan sumpahnya.
Jauh tinggi, tak terjangkau.
Hanya tahu, manfaatnya selalu.
Hilang pagi, muncul semalam.
Sinar terang, membawa ketenangan.
Bulan malam ini tidak biasa. Tercerminkan senyumannya yang menemani di kala petang hingga pagi menjelang.
Bulan akan selalu ada untuk selamanya. Tapi, manusianya tidak. Maka aku tuliskan sajak ini, kalau nanti aku sudah tidak ada. Tulisanku masih akan memelukmu dengan erat, sampai kapanpun.
Istriku dan anakku, aku rindu.
tulisan sebelumnyaBukan untuk sekarang saja
tulisan berikutnyategas dan terukur